BeritaKalimantan TimurKutai TimurNasionalPolitik

Soal Rekomendasi Golkar, Ini Kata Kasmidi Bulang

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Dalam perebutan surat rekomendasi Partai Golkar, Plt Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang ST MM yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur, gagal membawa surat sakti tersebut. Rivalnya, H Mahyunadi SE M Si, anggota DPRD Kalimantan Timur dari Kutai Timur yang membawa pulang rekomendasi tersebut.

Namun, Kasmidi tak berkecil hati. Tekadnya untuk berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kutai Timur berpasangan dengan mantan Bupati Kutai Timur, Drs H Ardiansyah Sulaiman M Si juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kutai Timur, tak kendur. Ia pun berupaya mencari partai lain untuk menjadi perahu, menata kembali Kutai Timur, untuk semua.

Rasa kecewa, diakui Kasmidi, hadir di hatinya pasca pengumuman rekomendasi dan itu hal yang wajar. Namun, ia tak mau berlarut dalam rasa itu. “Kecewa, pasti. Setiap orang ada rasa kecewa ketika diperlakukan seperti ini oleh pengurus pusat. Tapi saya, sebagai orang Partai Golkar berpikir, ya biar sajalah. Saya tidak mungkin membawa kekecewaan ini untuk melakukan tindakan yang tak semestinya. Saya sebagai orang yang cinta pada partai ini, tetap akan melakukan pendekatan dan silaturahmi yang baik,” ungkap Kasmidi.

Alasannya tak mendapat rekomendasi? “Saya diberi tahu, harus menjadi wakil dari Pak Mahyunadi. Kawin paksa, istilahnya. Saya pikir, bukan cuma saya yang tak mau. Tapi Pak Mahyunadi juga tidak akan mau. Karena masing-masing sudah jalan. Sudah sosialisasi dengan pasangan,” ujarnya.

Alasan kedua, kata Kasmidi, ia dipaksa berlaga dengan menduduki posisi Bupati. Menurutnya, selain nama besar, partai seharusnya juga melihat figur dan persentase kemenangan. “Saya maunya begitu. Harus realistis. Bukan saya tidak berani maju sebagai Bupati. Tapi, saya pikir, saya maju berpasangan dengan Pak Ardiansyah Sulaiman adalah pasangan yang cocok. Beliau mantan Bupati dengan pribadi yang baik dan sudah dikenal masyarakat. Karena saya ingin, Kutim lebih baik lagi ke depan,” bebernya.

Berlaga di Pilkada, menurut Kasmidi, bukan untuk kepentingan ego, kelompok atau kepentingan sekelompok. Tapi kepentingan orang banyak. “Apa yang saya dan Pak Ismunandar kemarin lakukan, yang sudah baik, kita pertahankan. Sedangkan yang kurang, kita tingkatkan. Apalagi dengan kejadian kemarin (OTT, red), dengan kondisi keuangan yang tidak stabil, itu harus dibenahi oleh seseorang yang tepat dan menurut saya, Pak Ardiansyah adalah sosok yang tepat,” ujarnya.

Soal partai pengusung, Kasmidi masih enggan berbicara. Tapi, ia memastikan dalam waktu dekat akan segera mendeklarasikan diri bersama Ardiansyah Sulaiman. “Saya tidak mau sesumbar tapi Insya Allah saya juga akan deklarasi dan berpartisipasi pada Pilkada Kutim. Tunggu saja waktunya,” kata Kasmidi.(Rb04)

Comment here