BeritaBerita PilihanKalimantan TimurKutai TimurNasional

Komunikasi Mendominasi Kasus Kekerasan Anak, DPPA Buka Pusat Konsultasi Keluarga

 

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memperingati Hari Anak Nasional (HAN) kali ini, Kamis (23/7/2020), secara sederhana dan dalam suasana yang berbeda. Karena Kutim pun tengah dilanda pandemic Covid -19.

Peringatan sederhana dengan peserta terbatas dan ditandai penandatanganan komitmen bersama untuk melindungi anak dan pencegahan stunting pada anak, oleh berbagai kalangan, mulai dari pemerintahan oleh Asisten Pemkesra, Dr Suko Buono, Dandim 0909 Sangatta, Letkol CZI Pabate, perwakilan Polres Kutim, PKK Kutim serta awak media.

Mengusung tema, Anak Terlindungi, Indonesia Maju, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dr Aisyah berbicara tentang peristiwa kekerasan anak yang masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Kekerasan pada anak-anak perempuan di bawah umur, baik dari orang tua, orang-orang sekitarnya maupun teman sebaya.

“Pola perlindungan terhadap anak, harus dilakukan semaksimal mungkin. Mengingat jumlah anak yang menjadi korban kekerasan terus meningkat. Bahkan, terbaru ada remaja usia 13 tahun, menjadi korban kekerasan dari teman sebaya dan orang-orang yang lebih tua darinya, sekaligus,” ungkap dr Aisyah.

Apa yang terjadi, menurut Aisyah, disebabkan kurangnya perhatian, pengawasan dan komunikasi antara orang tua dan anaknya. Sehingga yang terjadi saat ini, orang tua kadang tidak mengetahui anaknya kemana, bersama siapa dan apa yang dilakukan anak-anaknya dalam pergaulan sehari-hari.

Beranjak dari hal tersebut, DPPPA Kutim melakukan tiga program utama untuk mencegah atau paling tidak meminimalisir permasalahan anak sebagai korban kekerasan. “Ada tiga program yang kita sudah buat dan sudah pelan-pelan dilakukan. Yakni, sosialisasi tentang parenting, melalui majelis taklim dan sekolah, membentuk Pusat Konsultasi Keluarga (Puspaga) serta program Perlindungan Anak Terpada Berbasis Masyarakat (PATBM),” ungkap Aisyah.

Dengan ketiga program tersebut, diharapkan komunikasi antara orang tua dan anak, bisa terjalin. Serta melibatkan masyarakat setempat untuk sama-sama saling mengawasi anak-anak di lingkungan tersebut.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)

Comment here