Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal mengatakan pihaknya hingga Rabu (27/5/2020), telah bisa memeriksa hingga enam pasien, yang sebelumnya melalui pemeriksaan rapid test dan dinyatakan reaktif. “Sebelumnya, hanya bisa digunakan untuk empat pasien saja dalam sehari. Tapi, ternyata bisa digunakan hingga enam pasien,” ungkapnya.
Dengan adanya alat tersebut, pemeriksaan swab pasien diduga terpapar Covid 19, tidak perlu memakan waktu lama. Tapi bisa langsung diketahui. Karena tidak perlu mengirim sample ke luar kota lagi. “Sekarang bisa lebih cepat. Kalau sebelumnya, kita harus kirim ke Surabaya, makan waktu. Hasilnya, baru diketahui lebih sepekan. Sekarang tidak lagi. Satu atau dua hari sudah bisa diketahui,” ujar Bahrani.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)
