Berita PilihanKutai TimurSeni & Budaya

Angkat Mitos Lokal, Film Pendek Karya Pelajar Sangatta Segera Tayang di Viu Shorts!

Myra Suraryo, SVP Marketing – Viu, bersama Kadisdik Kutim Dr Roma Malau dan Alan, creator film Sangatta memberi keterangan pers terkait kerja sama produk film pendek di Sangatta

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Viu Shorts ! hadir di ibukota Kabupaten Kutai Timur, Sangatta untuk membina talenta para pelajar yang berminat dalam dunia perfilman. Sebuah layanan hiburan streaming yang dapat ditonton 41,4 juta pengguna aktif bulanan ini, menggandeng para pelajar SMA di Sangatta melalui Dinas Pendidikan Kutai Timur untuk memproduksi film pendek berdasarkan kecintaan mereka pada mitos lokal. Sangatta adalah satu dari 20 kota baru di seluruh Indonesia yang terpilih mengikuti Viu Shorts ! musim kedua.

Puluhan pelajar melakukan produksi film pendek di bawah binaan tim Viu Shorts!

Ada 25 pelajar dari beberapa sekolah tingkat atas, baik SMA maupun SMK yang memiliki minat dan bakat, mengikuti workshop yang digelar Viu Shorts! selama sepekan belakangan ini. Memasuki pekan kedua, mereka pun mulai memproduksi film pendek, yang mengangkat cerita tentang kepercayaan warga terhadap adanya seorang manusia yang memiliki kembaran seekor buaya. Film pendek tersebut ditargetkan rampung dalam sepekan dan akan ditayangkan di viu shorts! dalam waktu dekat.

Kepala Disdik Kutim Dr Roma Malau mengaku senang dengan perhatian Viu Shorts! pada para pelajar di Kabupaten Kutai Timur, khususnya di Sangatta. Memberi pelatihan tentang memproduksi film, tak hanya untuk pemain filmnya saja, tapi, pengenalan terhadap unit, sutradara serta penyusunan naskah.

Ia berharap, produksi film bisa menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah di Kutai Timur. Agar ke depan lebih banyak lagi talenta perfilman di Kutim, untuk memproduksi film-film yang mengangkat kearifan lokal, pariwisata dan budaya Kutai Timur.

“Banyak yang bisa kita angkat dari Kutai Timur, untuk diperlihatkan pada dunia. Dengan hadirnya viu shorts! di Kutim, terutama di kalangan pelajar, kita berharap seni perfilman bisa tumbuh pesat, untuk diperlihatkan ke dunia luar. Saya harap di Kutim pun bisa menjadi muatan lokal (mulok),” kata Roma.

Senada, Myra Suraryo, SVP Marketing – Viu mengatakan pada musim pertama, Viu Shorts! sudah didistribusikan secara global melalui platform viu dan menjadi viral di media sosial. Serta ditayangkan secara internasional di ajang Marché du Film, Cannes Film Festival 2019. Bahkan karya Viu Shorts! pelajar asal Maumere, Miu Mai, terpilih menjadi Best of Short Form Content dari Indonesia dan karya pelajar Siak, Sumatera Barat, menjadi paling banyak penontonnya.

“Kami ingin, produksi film lokal tak hanya sekadar tontonan, tapi juga mendidik. Kearifan lokal dibuat talenta lokal, yakni para pelajar lokal dengan standar internasional. Dua karya terbaik dari daerah yang jauh dari pemerintahan pusat membuktikan, bahwa anak-anak yang jauh dari kota, jika diberi kesempatan, fasilitas dan pendanaan, bisa berprestasi lebih juga,” ungkap Myra.

Bahkan, sebagai motivasi Viu juga menyediakan beasiswa, untuk belajar di Intitut Kesenian Jakarta (IKJ) bagi para pelajar yang selama workshop dan produksi memiliki talenta penuh. Satu orang satu kabupaten kota. “Seluruh produksi film pendek dilakukan para pelajar dari Sangatta. Kami, hanya membantu alat dan editing,” ujar Myra.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)

Comment here