Kasmidi : Masyarakat Jangan Percaya Isu Kehadiran Presiden King of King

9BF8FA5E FFA4 4168 A473 E64463374CDF

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Kehadiran Presiden King of King di Kutai Timur sejak Selasa (28/1/2020) malam, muncul di media sosial. Hal ini beranjak dari adanya spanduk yang dipasang di beberapa sudut jalan di kawasan Sangatta Utara hingga Sangatta Selatan.

Spanduk tersebut bertuliskan Selamat Datang Presiden King of King, Presiden Bank UBS dan Presiden PBB MR Dony Pedro di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pembukaan aset amanah Allah yang Agung untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke.

Spanduk juga memasang foto-foto para pengurus Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang merupakan naungan dari organisasi anyar tersebut. Di antara foto-foto yang terpampang di spanduk tersebut, ada tiga warga Kutai Timur yang menjadi petinggi di jajaran King of King. Yakni, Buntoha, sebagai Ketua Umum (IMD), Zakaria, sebagai Koordinator Kaltim dan Abdullah, sebagai Koordinator Kutim, lengkap dengan nomor ponsel masing-masing.

Polisi pun dibuat gerah dengan adanya komunitas baru tersebut. Alhasil, selain menurunkan spanduk-spanduk yang bertebaran di persimpangan jalan, polisi juga menciduk tiga warga Kutim yang menjadi petinggi King of King.

Menyikapi adanya King of King, Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM mengimbau masyarakat Kutai Timur tidak mudah teriming-imingi janji manis, terutama yang berkaitan dengan harta, kekayaan yang tidak masuk akal, segera kroscek ke RT atau aparat terdekat.

“Jangan mudah terprovokasi, mari kita jaga kekompakan dan keamanan Kutai Timur. Alhamdulillah, Kapolres sudah mengamankan pelaku penyebaran informasi kedatangan King of King. Jangan percaya, itu semua bohong,” ujar Kasmidi.

Kapolres Kutai Timur AKBP Indras Budi Purnomo mengatakan dari pemeriksaan ketiga petinggi King of King tersebut, mereka sudah hadir di Kutai Timur, sejak enam bulan lalu.

“Pusatnya memang ada di Kutim, di Sangatta Utara. Makanya ada Ketua Umum, ada coordinator Kaltim dan Koordinator Kutim. Mereka semua berdomisili di Sangatta. Namun, pengikutnya ada dari berbagai kota kabupaten di Kaltim. Seperti Bontang, Samarinda dan Berau. Jumlah simpatisan sekitar 40 an orang,” ungkap Indras, pada awak media, Rabu (29/1/2020).

Para simpatisan ini, menurut Indras, menyetorkan uang sebesar Rp 1,75 juta, bila ingin menjadi simpatisan King of King. Mereka dijanjikan akan mendapat ganti Rp 3 miliar per orang pada Maret 2020 mendatang.

“Saya mengimbau pada masyarakat, khususnya Kutai Timur dan Kalimantan Timur, jangan mempercayai adanya sebaran tentang kedatangan King of King. Saya pastikan ini merupakan pemahaman dan informasi yang salah. Kasusnya masih kita dalami dan orang-orangnya sedang dalam pemeriksaan,” kata Indras.(rb04)

Pos terkait