Berita PilihanKutai Timur

Tim Penilai Kunjungi Enam Posyandu Terbaik di Kutim

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Dalam rangka pelaksanaan penilaian terbaik Posyandu tingkat Kabupaten Kutai Timur tahun 2019, enam Posyandu di Kutim mendapatkan kunjungan untuk penilaian lapangan.

Hal tersebut berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2011 tentang pedoman pengintegrasian layanan sosial dasar pos pelayanan terpadu (Posyandu), surat Gubernur Kalimantan Timur Nomor 414.43/1793/TUUA/DPM-PD/III/2019 tanggal 6 maret 2019 perihal pelaksanaan penilaian terbaik Posyandu tingkat Provinsi se-Kaltim tahun 2019 serta keputusan Bupati Kuitim Nomor 400/K.491/2018 tentang pembentukan kelompok kerja oprasional Posyandu Kabupaten Kutim.

Enam Posyandu yang lolos seleksi berkas dan profil untuk penilaian di antaranya, Posyandu Mawar Indah Kecamatan Muara Ancalong, Bougenfile Kecamatan Longmesangat, Bunga Dahlia Kecamatan Muara Bengkal, Kasih Ibu Kecamatan Batu Ampar, Sangata Selatan dan Teratai Kecamatan Bengalon.

Penilaian dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kutai Timur, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kutim, Siti Fatimah yang juga sebagai Ketua Pokja IV di TP PKK Kutim, mengatakan bahwa penilaian tahap pertama dilaksanakan di empat kecamatan yakni Muara Ancalong, Longmesangat, Muara Bengkal dan Batu Ampar. Selanjutnya untuk tahap kedua adalah Kecamtan Sangatta Selatan dan Bengalon.

“Tujuan diadakan Lomba Posyandu yakni untuk mengoptimalisasi fungsi Posyandu sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang mencakup 5 fungsi pelayanan yaitu pemantauan, pertumbuhan, penyuluhan gizi dan kesehatan, imunisasi, pelayanan KB dan pelayanan kesehatan dasar,” jelasnya.

Untuk kegiatan pengembangan atau pilihan, menurut Fatimah, masyarakat dapat menambah kegiatan baru di samping lima kegiatan utama yang telah ditetapkan, yakni Posyandu Terintegrasi. Kegiatan tersebut misalnya Bina Keluarga Balita (BKB), Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), berbagai program pembangunan masyarakat desa lainnya,” tambahnya.

Senada Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinkes Kutim, Muhammad Yusuf yang juga sebagai salah satu tim penilai mengatakan bahwa Posyandu adalah pos pelayanan terpadu yang merupakan milik masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat.

“Saat ini pemerintah berharap Posyandu itu dapat terintegrasi bukan hanya di sektor kesehatan, juga bisa di sektor pertanian, PPL KB, pendidikan PAUD dan lainnya. Manfaatkan Posyandu itu tidak hanya untuk tanggal-tanggal tertentu saja tapi mari kita meriahkan Posyandu ini dalam rangka menguatkan pelayanan kesehatan, pertanian, PPL dan lain sebagainya,” ujarnya.(rb05)

Comment here