Berita PilihanKutai Timur

Kasmidi Ajak Doakan Aldi Agar Cepat Sembuh

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Kesehatan Aldi, remaja berusia 16 tahun asal Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur yang mengalami pembengkakan kaki, semakin menurun. Pasca divonis dokter untuk segera dilakukan amputasi, pihak keluarga memilih mengeluarkan Aldi dari rumah sakit.

Namun, karena kesehatannya terus menurun, akhirnya Aldi dirawat kembali di RS PKT Sangatta. Kamis (8/8/2019), Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang ST MM didampingi anggota DPRD Kutim, Sayid Anjas, tokoh masyarakat H Bulang Haruna dan Sekretaris Koni Kutim, Rudi Hartono, menjenguk Aldi di rumah sakit.

“Saya mendapat informasi kesehatan Aldi semakin menurun dan akhirnya masuk rumah sakit kembali. Kami semua turut prihatin dengan kondisi Aldi. Remaja yang belum lama ini dalam kondisi sehat dan rajin olah raga, tiba-tiba terbaring sakit. Bahkan, hasil pemeriksaan intensif dokter, Aldi diduga menderita tumor ganas,” ungkap Kasmidi.

Ia mengajak warga Sangatta untuk bersama-sama mendoakan kesembuhan Aldi. Karena tim dokter di rumah sakit juga tengah berupaya agar Aldi bisa kembali sehat seperti sedia kala. “Aldi adalah warga kita. Generasi muda yang menjadi potensi kita. Mari kita doakan agar cepat sembuh. Keluarga mau keluarkan dan berupaya melakukan pengobatan alternative, agar tidak diamputasi,” ujar Kasmidi.

Sakitnya Aldi bermula dari saat jatuh kemudian kesleo. Karena dikira hanya kesleo, Aldi pun hanya diobati dengan cara diurut. Namun, belakangan kaki, bagian lututnya semakin sakit. Kemudian membengkak. Semakin hari, bengkaknya terus membesar. Pihak keluarga pun hanya mengompres bagian yang bengkak sambil diberi obat ramuan kampung.

Saat bengkak tak kunjung mengecil melainkan semakin membesar, Aldi pun dibawa ke rumah sakit. Di RSUD Kudungga, Aldi dirujuk ke RSU AWS Syahrani Samarinda. Karena saat itu, pihak RSU menduga bengkak di lutut Aldi merupakan tumor.

Namun, saat ada pemberitahuan dokter di Samarinda bahwa kaki Aldi harus diamputasi, keluarga tidak tega. Kemudian memutuskan mengeluarkan Aldi dari rumah sakit, pulang ke Sangatta. Berobat kampung, tapi makin bengkak dan mengeluarkan darah.(rb04)

Comment here