Dalam usia yang ke 74 tahun ini, kemerdekaan dimaknai sebagai terwujudnya kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, Kabupaten Kutai Timur terus berupaya mewujudkan ketersediaan fasilitas kebutuhan dasar, seperti air bersih, listrik, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan. Tidak hanya di ibukota kecamatan, tapi menjangkau seluruh desa yang jumlahnya 139 desa.
“Makna merdeka itu, kalau seluruh masyarakat kita sudah bisa menikmati kebutuhan dasarnya dengan baik. Jangan kita bermegah-megah, tapi kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi,” ujar Ismunandar.
Peringatan HUT RI kali ini terbilang cukup lengkap. Para pejabat hadir memadati kursi yang tersedia. Selain Bupati Ir H Ismunandar MT sebagai inspektur upacara, hadir Wabup H Kasmidi Bulang ST MM, dan FKPD di lingkungan Pemkab Kutim. Tak ketinggalan, Ardiansyah Sulaiman, mantan Bupati Kutai Timur ikut menyaksikan berlangsungnya upacara HUT RI.
Peringatan detik-detik Proklamasi diawali dengan penghormatan pasukan dan laporan dari Komandan Upacara pada Inspektur Upacara. Kemudian pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Kutim sementara, Uce Prasetyo.
Mengusung tema SDM Unggul Indonesia Maju, upacara berlangsung khidmat. Pengibaran bendera merah putih pun nyaris tiada cela. Para peserta upacara dihibur lagu-lagu perjuangan yang dibawakan tim paduan suara SMA Negeri 1 Sangatta Utara.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/rb01/rb02/rb03/rb04)
