Pemkab Kutim-Kemenkeu RI Teken Pinjam Pakai Slot Penerbangan

IMG 20190318 WA0042
Bupati Ir. H.Ismunandar .MT menyerahkan hasil kesepakatan dengan Kemenkeu RI pinjam pakai slot penerbangan

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Pemkab Kutai Timur, dalam hal ini Bupati Ir H Ismunandar MT dan perwakilan Kementerian Keuangan RI dalam hal ini, Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara, Purnama T Sianturi melakukan penandatanganan perjanjian perpanjangan pinjam pakai Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari perjanjian kerjasama/karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) PT Kaltim Prima Coal (KPC), berupa slot penerbangan pada bandara Tanjung Bara, Kamis (21/3/2019).

Penandatanganan perjanjian memungkinkan operasional pesawat bersubsidi yang beberapa tahun belakang ini melayani masyarakat Sangatta dan sekitarnya, bisa secepatnya beroperasi. Karena pinjam pakai slot penerbangannya sudah disetujui Kemenkeu RI. Bahkan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang masa perjanjian hanya untuk satu tahun, perjanjian kali ini, justru berlaku lima tahun. Sehingga Pemkab Kutim, melalui Dinas Perhubungan Kutim, tak perlu tiap tahun berkutat dengan masalah perpanjangan pinjam pakai.

“Bandara yang digunakan PT KPC masuk dalam kategori barang milik negara yang bisa digunakan pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Bisa hibah, bisa pinjam pakai. Karena masih digunakan oleh PT KPC, sehingga penggunaanya dengan cara pinjam pakai slot penerbangan,” kata Purnama.

Perjanjian tersebut, menurut Purnama, untuk mengoptimalkan pemanfaatan barang milik negara dalam rangka mendukung tugas dan fungsi penyediaan sarana dan prasarana transportasi udara di wilayah Kabupaten Kutim. Dengan slot penerbangan sesuai jadwal, pada Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu. Pukul 7.40 wita, berangkat dari Balikpapan menuju Sangatta dan pukul 8.40 wita, berangkat dari Sangatta menuju Balikpapan.

Penandatangan kerjasama, menurut Bupati Ismunandar sangat berarti bagi masyarakat Kutim. Sebagai pilihan alternatif transportasi warga dari Sangatta ke kabupaten/kota lainnya yang lebih efisien. “Sebab, kalau ikut PT KPC, kita (pejabat) ini mendapat prioritas. Tapi masyarakat, terkadang harus nunggu tiga hari baru dapat antrean,” ungkap Ismunandar.

Ia berharap, pinjam pakai pada barang milik negara untuk barang lainnya juga bisa dilakukan. Karena, selain bandara, ada pula rencana membangun monumen tambang dengan memasang unit alat berat yang sudah tak terpakai lagi oleh PT KPC. Selain itu ada gedung sekolah yang digunakan untuk aktifitas sekolah tapi tidak bisa dikembangkan, karena masuk dalam aset negara.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)

Pos terkait