Satpol PP akan Tertibkan Pedagang Secara Humanis

pampflet RKB
IMG 20190226 WA0014 1

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Pucuk pimpinan di jajaran Satpol PP Kabupaten Kutai Timur kini berada di genggaman Drs H Didi Herdiansyah, yang menjabat Sekretaris dan untuk sementara sebagai pimpinan tertinggi sampai ada penunjukkan Kepala Kantor yang baru.

“Sesuai dengan arahan Bupati, tugas saya ada dua, yang pertama melakukan konsulidasi ke dalam dan ke luar. Ke dalam adalah saya ingin membentuk karakter Satpol PP yang mengembalikan citra marwah, kedua saya akan membentuk personel yang berdisiplin, bagaimana Satpol PP melakukan tindakan disiplin, pada mereka yang tidak disiplin,” kata Didi.

Selanjutnya kata Didi, pihaknya akan melakukan perubahan image arogan yang menempel pada jajarannya tersebut. Salah satunya adalah saat melakukan penertiban di masyarakat.

“Saya akan mengajak personel saya, melakukan pendekatan dengan cara humanis daripada pendekatan keamanan. Pertama kita (Satpol PP) akan mengeluarkan imbauan terlebih dulu pada masyarakat, pedagang kaki lima dan cafe-café. Setelah imbauan baru peringatan dan yang terakhir tindakan tegas,” ungkap Didi.

Pelanggaran ketertiban, kata Didi, merupakan tindakan pidana ringan (Tipiring) dengan ancaman pidana 3 sampai 4 bulan. Itu juga harus diketahui oleh masyarakat. Termasuk, apa saja yang dianggap melanggar ketertiban.

“Kita akan menertibkan bangunan-bangunan yang tidak sesuai IMB, saat ini saya telah mengantongi daftar beberapa bangunan yang tidak sesuai dengan IMB, total 63 unit dan yang akan saya hentikan bangunannya ada 9 unit. Dari 9 unit itu, mereka membangun di atas drainase, trotoar dan ada cafe-cafe yang tidak berizin,” ungkapnya.

Selain itu, penertiban juga akan dilakukan pada pasar dadakan atau pasar tumpah di beberapa titik jalan raya. Hal ini mengganggu estetika kota juga pengguna jalan dan masyarakat di sekitar.

“Semua akan dilakukan perlahan dan tentu didahului dengan imbauan dan peringatan. Karena, biar bagaimana pun mereka adalah warga kita yang mencari penghidupan juga,” ujar Didi.(advertorial/Kominfo Perstik Kutim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *