Pernyataan sikap meliputi, pertama, bertekad menyukseskan Pemilu tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk. Serta menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia di wilayah Kabupaten Kutai Timur, kedua, mendukung pemerintah dan penyelenggara Pemilu untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil), ketiga, mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta keempat, pemilihan anggota Legislatif, sesuai dengan hati nurani serta menolak penggunaan tempat ibadah dan sarana pendidikan sebagai tempat kampanye, politik uang, kampanye hitam, menyebarluaskan berita bohong (hoax), fitnah, isu sara dan ujaran kebencian.
Peringatan Hari Pahlawan, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri, Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur.
“Setiap perjuangan pasti ada hasilnya. Namun tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang. Karena, setiap etape perjuangan berlanjut ke etape perjuangan berikutnya, sesuai tuntutan lingkungan strategis. Kerena itu, peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan melaksanakan pembangunan,” kata Ismunandar yang membacakan amanat Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita.(*)
