SANGATTA – Gangguan distribusi air bersih di Sangatta cukup beragam. Satu di antara yang paling mendominasi ada, laporan kebocoran pipa. Berdasarkan data yang ada, selama dua bulan yakni, Agustus-September 2018, PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, Cabang Sangatta Utara menerima 101 laporan kebocoran. Termasuk di dalamnya 30 laporan tentang air yang tidak mengalir dan 27 pemberitahuan kerusakan keran.
Kepala Seksi (Kasi) Distribusi PDAM TTB Cabang Sangatta Utara, Andry Putranto mengungkapkan jaringan pipa induk yang terpasang cukup banyak. Sehingga dalam pengawasan membutuhkan waktu. Namun itu bisa teratasi dengan peran serta warga yang melaporkan kebocoran.
“Penyebabnya bermacam. Bisa karena human error. Hal ini biasa terjadi saat pengerjaan drainase. Alat berat penggalian mengenai pipa PDAM. Bisa juga usia material pipa sudah melewati batas. Sehingga berpengaruh pada kekuatannya,” ungkap Andry.
Ia pun meminta masyarakat untuk terus berperan dalam menjaga jaringan pipa. Terutama yang berada di sekitar lingkungan pemukiman. Kalau ada kebocoran bisa langsung menghubungi PDAM Kutim, cabang Sangatta Utara. Di nomor WA Bagian Distribusi 081256749186. “Personel kami bekerja secara shift. Dari pagi sampai pukul 24.00 malam,” ujar Andry.(*/Humas PDAM)
