Wabup Kasmidi Bulang saat meninjau Pelabuhan Kenyamukan beberapa waktu lalu

SANGATTA – Pelabuhan Kenyamukan Sangatta yang digadang-gadang sebagai dermaga sandar Tol Laut 8, sejak 2017 lalu hingga kini belum juga terselesaikan. Masalah tol laut ini pun hanya berkutat pada penyelesaian pembangunan jalan pendekat atau causeway sepanjang 500 meter dengan lebar 6 meter. Tanpa diselesaikannya causeway, jalan menuju dermaga hanya bisa dilalui pejalan kaki atau pengguna roda dua.
Janji penyelesaian causeway sudah diutarakan sejak 2017 lalu, pasca adanya rencana tol laut 8. Namun, karena keterbatasan dana, rencana penyelesaian dari pemerintah pusat pun tidak jelas. Mulai dari rencana alokasi dana pada Perubahan APBN 2017, murni APBN 2018, hingga pada Perubahan APBN 2018.. Bahkan informasi terakhir, ada revisi Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sehingga berdampak pada penyelesaian pembangunan causeway.
Kepala Dinas Perhubungan Ikhsanuddin Syerpie melalui Kabid Darat, Failu mengatakan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan saat ini sedang ada revisi Rencana Induk Pelabuhan (RIP) di Kementerian Perhubungan. “Itu saja informasinya dari Pak Kadis. Sedang ada revisi RIP. Adanya revisi tersebut, berdampak pada pekerjaan causeway yang awalnya dijanjikan rampung akhir 2018 ini,” ungkap Failu.
Sebelumnya, Wakil Bupati Kasmidi Bulang meninjau ke kawasan tersebut. Tidak ada pekerjaan apapun di lokasi tersebut. Terutama rencana penyelesaian causeway yang menjadi jalur penyambung antara sisi darat pelabuhan dengan dermaga. “Saya ada ke sana (Pelabuhan Kenyamukan). Tidak ada pekerjaan yang dilakukan. Masih begitu-begitu saja,” ujar Kasmidi(*)

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!